Seperti sore tahun kemarin,
aku masih memerlukanmu
merapikan peta perjalanan
dan menyusun perbekalan
sebab kita akan menuju ke arah barat
tempat matahari pulang
tempat senja mengunjungi kelopak mata
tempat harapan kita pernah disimpan
disimpan di arah barat
-
Di awang-awang kutulis namamu,
agar bisa terlihat dari sembarang sudut
atau ketika kau buka jendela
yang pertama terpandang bukanlah awan
adalah ucapan salam itu
salam sebuah kerinduan yang patah
tertulis dengan jelaga
sebab,
aku sudah tidak punya pena
-
Seperti hujan kemarin,
air itupun adalah warta
dimana semua rasa bisa terwakili
entah sepi ataupun keterasingan yang ada
di antara kita
tak pernah ada titian yang bisa dilewati
di antara kita
selalu mendung yang membatasi,
-
Di awang-awang kutulis namamu,....
agar bisa dikabarkan sang elang
bahwa perjalanan ini masihlah teramat panjang
Dearest you_
06062011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar