header

header
anime

Sabtu, 24 Maret 2012

uuh !

Mungkin terdengar klise bagi sebagian orang, yaa mungkin mereka belum pernah berada dalam kondisi demikian atau mungkin pernah di kondisi demikian namun mereka sudah lupa bagaimana memperlakukannya, karena sudah terlanjur tertutup dengan kondisi lain dalam dimensi waktu yang sama.

Udah ah intronya panjang bener. :D

To the point aja yaa saya tiba-tiba ingat sama kalimat yang pernah ibu saya ucapkan beberapa hari yang lalu. Semacam beliau ingin menghibur saya dalam kesakitan hatinya juga mungkin? Yaa mungkin.. :) beliau ndawuh “sudah lah nak, orang laki kalau yang meminta putus itu Cuma dua alasannya. Kalau gak bosen yaa ada wanita lain”. Jleb banget memang waktu beliau menghibur dengan kalimat yang ntah apa maksudnya itu. Namun seiring berjalannya semesta membawa hidup saya semua nampak begitu jelas sedikit demi sedikit. Muak sekali rasanya melihat banyak orang yang masih munafik di dunia fana ini ya. Mungkin ada orang yang sebagian meminta mengakhiri komitmen karena alasan macam-macam, padahal men alasan asli mereka Cuma 1. Yaaah SATU. S-A-T-U. diantara yang sudah ibu saya paparkan tadi. Kalau gak percaya coba deh monggo dibuktikan, dengan senang hati saya akan menerima laporannya.
Kadang saya berfikir, kenapa hal demikian bisa sampai menempel tak terasa pada jiwa laki-laki. Maaf bukan dalam artian saya merendahkan kaum laki-laki seutuhnya. Ini hanya sebagian kaum minoritas yang terjebak dalam kondisi langkah. Masih buanyak kok laki-laki yang memang mengikrarkan diri untuk menjaga komitmennya untuk berjuang bersama dalam satu komitmen yang sudah terangkai. Namun disini saya berbicara sisi keciiil dari mereka, yaaa keciil sekali dan membuat sakit yang luar biasa. Jujur saya orang pertama yang sangat anti dengan yang namanya selingkuh. SELINGKUH. Apa sih makna kata hina tersebut? Selingkuh adalah : Suka menyembunyikan sesuatu untuk kepentingan sendiri; tidak berterus terang ; tidak jujur ; curang ; serong ; suka menyeleweng (KBBI). Dalam wacana saya, ,makna kata terkutuk itu merupakan : tindakan yang sangat relavan dengan hati yang dilanjutkan dengan proses untuk sengaja maupun tak sengaja menyakiti perasaan orang lain. Tak hanya tindakan, namun jika hati sudah condong ke orang lain walaupun kongretnya tidak ada, itu saya kelompokkan dalam hal “TIIIT” tadi. Kenapa saya sangat membenci hal tersebut? Karena saya sudah terlalu sakit melihat air mata ibu saya dulu untuk berjuang melihat bapak saya yang dengan seenak udelnya sendiri menggandeng wanita lain. Karena saya terlalu capek melihat tetangga saya yang melupakan anaknya yang kecil-kecil untuk pergi mengejar hedon dunianya sendiri. Dan karena saya terlalu muak dengan tingkah mantan-mantan sahabat saya yang tak tahu terima kasih setelah susah bersama, dan saat ingin senang ia malah memilih orang lain. Entah beerapa kali sumpah serapah yang keluar dari mulut saya waktu menulis space ini. Faaak *dalam ati*. Sering kali geli melihat cowo yang tiba-tiba datang dengan (seperti) serius itu. Kemudian janji sana sini lah. Bukannya gak percaya sih tapi prosesnya itu berat men, berat skali. Yang saya saranin sih kalau emang belum bener-bener kuat dalam komitmen mending jangan dulu. Saya sebenernya kasian melihat kaum cowo yang terjebak dalam multiperasaan itu. Serba salah yaa.. tar ninggalin pacar tanpa alasan dibilang kurang ajar. Trus ada ‘main’ sama orang lagi dibilang bajingan. Hahaha. Lantas gimana dong? Yaa kalau saya sendiri berpendapat siapa aja kaum laki-laki itu berusahalah jadi laki-laki yang bertanggung jawab. Bertanggung jawab sama hal simple dulu, diri kalian. Kemudian kalau memang udah ingin sekali berkomitmen skali lagi kalian juga harus bertanggung jawab dong.. gak hanya dengan teori “halah masih pacaran juga. Ngapain serius” woy men wake up deh. Dari pacaran aja ga bisa serius gimana kalau udah rumah tangganya tar. Justru pacaran itu tahap gimana kita bisa ngukur sampai dimana kapabilitas kita sebagai manusia untuk menuju entitas yang setia nantinya. Selain itu pacaran itu bukan hanya untuk satu ataupun dua pihak saja. Namun siapa saja yang ada di sekitar mereka terberi dampak positif dari nyawa hubungan itu. Weeeits itu masih untuk tingkat pacaran lo. Kalau uda lebih dari itu yaa kuantitasnya juga lebih dong :) . jadi kalau sudah paham tahap seperti itu nilai sakit-menyakiti mungkin semakin berkurang. Apalagi nih mahkluk halus yang namanya cewek itu ya sangat mudah sakit hati. kaum cowo itu pasti punya yang namanya ibu kan ? mereka pasti bisa belajar dari ibu mereka. Kemudian mereka juga pasti punya saudara cewe kan? Kakak cewek, adik cewek ataupun anak mereka tar mungkin juga cewek. Gak mau dong orang-orang tersayang mereka tersakiti gitu aja sama kaum minoritas itu? :). Karma does exist looh.. :) hehe
Malah saya sempat appreciate banget sama salah satu teman saya yang di dawuhi sama ibunda mereka sendiri “nak, jangan pernah nyakitin hati cewek ya, apapun bentuknya doa mereka sangat sensitif, ibu juga cewek dan gak mau disakiti sama cowo lo” great ! keren sekali. Dari situ saya langsung inget, saya punya keponakan cowok empat yang uda pada branjak gedhe semua. Dirumah saya langsung terapkan hal itu sama keponakan saya. Simple sih, namun dari hal kecil itu paling tidak mereka akan tahu, bagaimana dan apa yang harus mereka persiapkan untuk hidup yang baik bagi dia dan pasangannya kelak juga orang-orang sekitarnya.

With sincere
-erje_
20032012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar